TV LCD Baru
Ceritanya kemarin itu saya melihat ada iklan TV LCD murah di surat kabar. Maka pulang kantor saya sempatkan mampir ke hyper market yang mengiklankan tersebut. Dan, yay, akhirnya saya membawa pulang sebuah TV LCD mini berukuran 22″. Memang ukurannya tidaklah besar, tapi saya rasa cukuplah untuk diletakkan di kamar. Lumayan untuk menyaksikan film2 hasil download. Dahulu memang saya hanya bisa menyaksikan film2 tersbut via netbook mungil saya yang ukuran monitornya hanya 10″.
Idealnya sih saya membeli sebuah alat lagi, High Definition Media Player. Tapi untuk itu saya harus merogoh kocek lagi sekitar Rp 900.000an untuk sebuah HD media player murah tapi branded. Itu pun agak susah dicarinya, harus hunting dulu ke mangga dua, atau kalau malas jalan, bisa pesan antar via inet. Dan saya memutuskan, untuk saat ini, saya belum membutuhkan alat tersebut. Jadi saya cukup membeli sebuah kabel VGA untuk menghubunngkan netbook dengan TV LCD saya.
Setelah dihubungkan, kira2 beginilah gambarannya:
Dan hasilnya kira2 seperti ini:
Hmm, lumayan juga kan hasilnya?
Saya sendiri juga sebenarnya agak surprise dengan hasilnya. Selama ini film2 berformat .mkv yang saya download sebenarnya sudah dikompres, dalam dunia encoding hal ini dikenal dengan nama Micro-HD. Mengapa? Karena sebuah film 720 pixel yang seharusnya berukuran 4 GB dikompres sedemikian rupa sehingga ukurannya hanya berkisar 500 – 800 MB saja, tergantung dari durasi filmnya.
Hal ini tentunya membuat saya tersenyum dan mengangkat tangan tinggi2 ke udara. Bagaimana tidak, ternyata file2 berukuran mini ini menghasilkan kualitas yang sangat memuaskan. Minimal kualitasnya jauh di atas film2 dari keping DVD original. Mengapa demikian? Jika anda paham benar dengan masalah resolusi, pasti tahu jawabannya.
TV LCD yang saya beli memiliki resolusi sekitar 1200 x 700 pixel, atau biasa disingkat 720p, setara dengan film2 yang biasa saya download. Nah film2 pada keping dvd itu paling2 hanya 600 x 300 pixel, cukup jauh dibawahnya. Otomatis ketika diputar di TV LCD yang beresolusi tinggi, hasilnya akan menjadi kurang bagus. Gambarnya akan lebih pecah lagi jika diputar pada TV LCD yang memiliki resolusi Full HD 1080p
Yah begitulah konsekuensi memiliki LCD TV beresolusi tinggi, DVD yang dulu diagung2kan kini menjadi hambar dan mengecewakan. Mau tidak mau, penikmat film harus mengkonversi ke keping Blu-Ray yang notabene memiliki resolusi 1080p.
Kira2 begitulah penjelasan dari saya, jadi jangan kecewa ya apabila kualitas gambar film2 DVD begitu mengecewakan saat diputar di TV LCD anda


