Archive

Posts Tagged ‘3D’

Shrek Forever After

January 6, 2011 Leave a comment

Shrek.

Makhluk seram berwarna hijau ini dulu pernah menjadi karakter animasi favorit saya. Ceritanya unik dan sangat lucu dengan memutarbalikkan cerita dongeng kanak2.

Shrek juga salah satu film animasi, di mana seri keduanya berhasil mengungguli film originalnya dalam hal kualitas (well, setidaknya menurut saya). Tapi sayang keberhasilan ini tidak diikuti oleh film ketiganya, ceritanya berubah menjadi membosankan dan leluconnya tak lagi lucu.

Lalu muncullah film ke-4 (oh no). Tapi toh saya tak lagi berharap banyak pada film ini. Shrek Forever After menurut saya terlalu banyak mengulangi formula yang telah ada pada film2 Shrek sebelumnya. Miskin orisinalitas. Walaupun demikian, Shrek 4 ini setidaknya menyajikan lelucon yang lebih segar dibandingkan Shrek 3 yang hancur lebur.

Bila tim kreatif Dreamworks tidak lagi memiliki ide2 kreatif untuk membangkitkan Shrek, ada baiknya mereka berbesar hati untuk berhenti membuat film tentang Ogre hijau ini. Tapi yah, apa mau dikata penjualan tiket Shrek di seluruh dunia terbilang sangat fantastis, rasanya tak mustahil akan muncul sequel berikutnya.

Bersiaplah.

How to Train Your Dragon

January 5, 2011 Leave a comment

Dreamworks memang tidak sebrilian Pixar yang sejauh ini belum pernah membuat film yang mengecewakan. Tapi film ini saya akui, setara dengan standar film yang dicapai oleh Pixar.

Walaupun premisnya sangat simpel, tentang seorang bocah cupu yang berhasil berteman dengan naga paling liar sedunia, tetapi HTTYD berhasil membawa penonton larut dalam dongeng viking. Sebuah dongeng tentang perseteruan abadi antara manusia dengan naga.

Dibalut dengan cerita yang menarik dan lelucon yang segar, film ini menjadi lengkap dengan adegan pertempuran di udara yang menawan. Film yang tidak hanya menghibur anak2, tetapi juga enak ditonton bagi para dewasa. Karakter yang ditampilkan dalam film ini juga kuat dan memiliki chemistry yang baik. Baik antara sesama manusia (opo iki?) maupun dengan sang naga yang pada awalnya digambarkan mengerikan tetapi ternyata cukup imut dan adorable.

Dan, ah ya… Sebuah sequel telah menanti di tahun 2013.

Despicable Me

July 11, 2010 Leave a comment

Memang Despicable Me ini masih belum sekelas Pixar dari segi cerita. Tetapi animasinya memang sangat halus dan warna warninya sangat indah. Efek 3Dnya juga sangat memukau.

Saya tidak bilang ceritanya buruk loh, cukup menarik juga sebenarnya. Ya, dan unik, ketika si Superbad harus menjelma menjadi Superdad karena suatu keadaan. Dan saya suka endingnya yang berhasil dibuat cukup menyentuh dan mengharukan.

Lucu ketika Gru yang tidak pernah merasakan kehangatan dan belai kasih orangtua, kini harus mengasuh 3 anak perempuan yang lucu, imut dan tak mau diam.  Si bungsu Agnes yang loveable berhasil mencuri perhatian dengan tingkahnya yang lugu dan menggemaskan.

Oh ya, jangan lupakan Gru Minions mini berwarna kuning yang bertubuh mungil dan jumlahnya ratusan itu. Mereka sukses menjadi obyek penderita yang menambah kesegaran dalam film animasi yang kocak ini.

Toy Story 3

June 27, 2010 Leave a comment

Berapa banyak franchise trilogy yang berhasil mempertahankan kualitasnya hingga seri ketiga? Sedikit. Dari yang sedikit itu, berapa banyak yang pencapaian sequel terakhirnya melampaui film pertama dan keduanya? Langka, ya, dan TS3 tergabung di dalamnya. Rare and one of a kind.

Semua aspek dalam film TS3 ini sangat pantas mendapatkan acungan jempol. Jalan cerita yang menarik dan dijalin dengan sempurna tentu saja menjadi andalan Pixar dalam membesut film ini. Dengan animasi menawan dan o.s.t. yang aduhai, film ini menjadi sajian yang lengkap nan menghibur.

Pixar berhasil mengajak penonton tertawa bersama2 dengan humor yang lucu dan segar, tapi di satu sisi mereka juga membawa penonton untuk merenungi arti persahabatan dan kesetiaan dengan begitu menyentuh dan menyampaikan pesannya secara elegan kepada penonton.

Selain kualitas cerita dan animasi mulus yang memang di atas rata2, efek 3D yang ditampilkan juga sangat dahsyat. Tak percuma penonton merogoh kocek lebih dalam untuk menyaksikan sajian 3D mutakhir ini di bioskop. Tiap layernya terasa sangat jelas, mulai dari awal hingga akhir film. Hanya satu hal yg agak mengganggu, subtitlenya sedikit mengurangi  kenyamanan dalam menonton.

Bravo PIXAR, Toy Story 3 tak hanya berhasil menyajikan tontonan untuk anak2, tetapi juga sangat menghibur bagi orang dewasa. Sempurna

Bolt

May 16, 2010 2 comments

Film ini adalah pembuktian Walt Disney, bahwa tanpa embel2 Pixar pun mereka bisa membuat film animasi 3D yang menarik dan berkualitas

Diawali dengan kisah yang agak membosankan, cerita Bolt makin lama berkembang menjadi semakin mengasyikkan. Perjalanan Bolt membelah Amerika menuju Hollywood akhirnya malah menyadarkan dia betapa menyenangkan menjadi anjing biasa. Persahabatannya dengan Mittens, si kucing liar sangatlah menarik untuk diikuti.

Mittens mengajari Bolt tentang kehidupan yang sebenarnya. Beberapa diantaranya berhasil membuat saya terbahak2, seperti ketika Mittens mengajari Bolt untuk mendapakan makanan. Rhino, sang hamster imut yang terobsesi dengan Bolt juga turut menambah kelucuan dalam film ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.