Archive

Posts Tagged ‘Biografi’

Invictus

May 17, 2010 2 comments

Dasarnya saya memang suka film olahraga, disuguhi film berlatar Rugby ini ya langsung saya sikat saja. Hanya saja, Invictus ini lebih condong ke politik di mana olahraga dipakai oleh Presiden Nelson Mandela untuk meruntuhkan praktek apartheid di Afrika Selatan.

Kisah nyata Nelson Mandela di masa awal pemerintahannya ini sangat menarik untuk diikuti. Apalagi dibubuhi oleh olahraga Rugby, cerita menjadi lebih dinamis. Kejeniusan seorang Mandela begitu tampak di sini. Ketika orang2 kulit hitam ingin membubarkan tim rugby Afsel yang selama ini menjadi lambang superioritas kulit putih, Mandela berpikiran lain. Dengan tim ini, beliau justru ingin merobohkan tembok besar apartheid yang selama ini meluluhlantakkan rasa persatuan di negaranya.

Figur Nelson Mandela yang begitu bijaksana diperankan dengan sangat sempurna oleh Morgan Freeman. Kata2nya begitu penuh pesona dan berwibawa ketika menanamkan rasa persatuan dan semangat pantang menyerah kepada François Pienaar yang juga diperankan dengan apik oleh Matt Damon.

Film ini dipenuhi nilai2 positif tentang persatuan dan patriotisme, rasanya begitu menyegarkan bagai diguyur oleh air yang sangat sejuk. Pembangunan dalam suatu negara bisa berbuah manis jika didukung oleh semangat persatuan di antara rakyatnya. Dan hal ini hanya bisa terwujud jika semua rakyat diperlakukan secara adil oleh negaranya. Di tengah isu rasial yang tumbuh subur di Afsel, Nelson Mandela datang dengan sebuah jawaban.

Erin Brockovich

May 17, 2010 Leave a comment

Oke, berhenti menertawakan saya :D Film yang diangkat dari kisah nyata dan disutradarai oleh Steven Soderbergh ini memang sudah pernah diputar di TV lokal, tapi saya baru saja menyaksikannya kemarin.

Yang paling menonjol dari film ini tentu saja buah dada akting Julia Roberts, pantaslah jika ia diganjar piala Oscar sebagai aktris utama terbaik. Aksinya menjadi pegawai rendahan di kantor hukum yang tiba2 mendapatkan kasus raksasa dari pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan energi di AS memang pantas diacungi jempol (hati2, banyak kata2 kotor yang terlontar dari mulutnya).

Agak mirip dengan The Informant, hanya saja kasusnya agak lebih mudah dipahami, mungkin karena dilihat dari sudut pandang Erin yang memang awam di bidang hukum. Adegan yang paling memorable tentu saja ketika dia berbicara dalam meeting dengan para petinggi PG&E, ceplas ceplos, tegas, berani dan membuat pejabat yang berpendidikan pun menjadi ciut, dahsyat.

Selain bercerita tentang aksinya sebagai pegawai di kantor hukum, kiprahnya sebagai seorang single parent dengan tiga orang anak yang masih kecil2 juga cukup menarik untuk diikuti. Kesuksesannya sebagai pegawai kantoran harus dibayar dengan meninggalkan anak2nya. Sebuah dilema yang sering dihadapi para single mother pekerja keras.

Ip Man

May 5, 2010 Leave a comment

Kalau untuk film martial arts, sepertinya tidak perlu diperdebatkan lagi, China memang juaranya. Selain aktornya yang memang jago kung fu, koreografinya juga memikat di mana slow motion ditempatkan pada saat yang tepat. Kung Fu, sebuah aliran martial arts yang dikenal mempunyai gerakan2 yang cantik dan luwes, makin terlihat indah dalam film ini dengan proses editing yang apik.

Ceritanya? Yah sebenarnya sih biasa2 saja, pertarungan antar master Kung Fu demi mencari popularitas perguruan masing2. Hanya saja dalam film ini agak sedikit berbeda ketika settingnya bergeser ke masa pendudukan Jepang, di mana ceritanya menjadi lebih emosional dengan isu patriotisme.

Memang sih ujung2nya tetap duel, China melawan Jepang. Kung Fu versus Karate, tetapi memang itu yang kita tunggu2 bukan? Santai saja, manjakan mata anda dengan suguhan martial arts tingkat tinggi yang menawan, cepat dan dinamis diiringi dengan musik latar aduhai yang dibesut oleh Kenji Kawai. Oh ya Jendral Jepang, Miura kok mukanya agak familiar ya? Sepertinya dia pernah bermain sebagai murid dalam dorama Great Teacher Onizuka deh (CMIIW).

ALI

April 25, 2010 Leave a comment

ALI… BUMAYEEE….

Film sport, tinju. Duh dua2nya adalah kegemaran saya. Walaupun nama besar dan prestasi Muhammad Ali sebagai seorang petinju kelas berat kenamaan telah tercipta sebelum saya lahir, tapi saya sangat menikmati film ini.

Kisah pertemanan sang legenda tinju ini dengan Malcolm X memang terkesan sebagai tempelan belaka, mungkin karena isunya terlalu sensitif. Tapi masalah penolakan Ali mengikuti wajib militer dikemas dengan sangat menarik, saya sangat menikmati cerita tersebut.

Secara fisik, Will Smith memang tidak begitu serupa dengan Ali. Tapi secara ketenaran, siapa bisa menyangkal? Mereka sama2 flamboyant dan maestro di bidangnya. Jika Ali naik ring, semua menanti, tua dan muda. Jika Smith main film, selalu saja mencetak Box Office. Oh ya, ada 1 momen menjelang akhir film, ketika Will Smith benar2 terlihat sangat mirip dengan Muhammad Ali? Tak percaya? Buktikan saja sendiri.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.