Archive

Posts Tagged ‘Daniel Day-Lewis’

Nine

August 11, 2010 3 comments

Jujur yang membuat saya tertarik menyaksikan film ini adalah Penelope Cruz Daniel Day-Lewis, penasaran juga dengan aktingnya di film musikal ini. Dan ternyata Day-Lewis berhasil membawakan tokoh Guido Contini dengan sangat baik.

Perannya yang terlihat sangat rapuh sebagai seorang sutradara yang sedang mengalami pasang surut dalam karirnya sebagai sutradara benar2 membuat saya lupa bahwa ia pernah bermain dalam Gangs of New York dan There Will be Blood.

Oh ya, saya agak surprise juga melihat akting Kate Hudson di sini. Walaupun mendapatkan porsi yang tidak besar tapi ia benar2 tampil menggebrak dengan tarian dan nyanyiannya di lagu Cinema Italiano. Alhasil scene itu langsung jadi favorit saya. Selain itu saya juga menyukai performa Marion Cottilard, lembut dan manis di awal, eh ternyata bisa tampil liar juga saat mendekati klimaks. Lalu bagaimana dengan Penelope Cruz? Hm hm no comment deh, saksikan sendiri saja ya :D

Terlepas dari hasil komersialnya yang flop dan ponten jeblok yang diberikan oleh para kritikus, film ini cukup menghibur dan terlalu sayang untuk dilewatkan. Biar bagaimanapun, menurut hemat saya, Rob Marshall berhasil memindahkan panggung broadway yang megah ke dalam format layar lebar. Bravo

There Will Be Blood VS No Country For Old Men

March 21, 2010 Leave a comment

Sungguh gila saya. Ingin mengadu kedua film master piece ini? Keterlaluan… lancang… hahaha. Tapi memang benar, sungguh saya tidak mampu untuk  memutuskan yang mana dari kedua film ini yang lebih baik.

Kekuatan dari TWBB adalah, ya tentu saja pemeran Daniel Plainview sendiri, Daniel Day Lewis. Ha, apakah karena nama depannya sama? Hahaha entahlah. Tapi yang pasti Day Lewis membuktikan sekali lagi kepiawaian aktingnya di dalam film ini.

Kisahnya sendiri sangat menarik, saya menyukai cerita tentang bagaimana Plainview membangun kerajaan minyaknya, mulai dari nol hingga menjadi raksasa.  Durasi yang panjang dan dramannya yang agak dragging tidak membuat saya bosan untuk terus mengikutinya sampai akhir.

Berbeda dengan TWBB, NCFOM mengambil genre thriller. Sepanjang film kita dibawa ke dalam suasana yang mencekam. Tiap kali Anton Chigurh muncul di layar, kita turut merasa teror yang ditebarkannya. Kegilaan psikopatisnya memang tidak main-main, dan Javier Bardem memainkan sosok pembunuh berdarah dingin itu dengan baik.

Dari segi karakter, NCFOM tidak hanya bersentral di satu titik. Ada Llewelyn yang mendapat rejeki nomplok tetapi justru membawanya ke dalam bahaya mengancam. Ada Sherriff Ed yang merasa terlalu tua untuk menangani kekerasan dan kriminalistas di distriknya. Dan tentu saja ada Anton Chigurh, seorang monster yang dingin, yang dengan wajah pucatnya siap menebar teror.

Ah, bagaimana dengan anda? Menurut anda film mana yang lebih baik?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.