Archive

Posts Tagged ‘Matt Damon’

We Bought a Zoo

March 24, 2012 Leave a comment

Sepintas saat menyaksikan film ini, saya teringat oleh sebuah dokumenter di Natgeo yang mengisahkan sepasang suami istri yang memiliki Kebun Binatang sendiri. Tetapi bedanya, dalam film ini, Benjamin baru saja ditinggal istrinya dan harus menjadi single parent bagi Dylan yang pemberontak dan Maggie kecil yang lucu dan menggemaskan.

Kisahnya sendiri bercerita tentang Benjamin yang tiba2 mengambil keputusan nekat dan akan mengubah hidup keluarga Mee selamanya dengan membeli rumah baru dan sekaligus dengan kebun binatang yang ada di area tersebut, jauh dari pusat keramaian. Ya, selain berkutat dengan masalah zoo management yang mengalami maslah finansial, film ini juga mengangkat bagaimana Benjamin harus move on dari pekerjaan lamanya dan juga dari istrinya yang baru saja meninggal. Belum lagi masalah klise yang harus dihadapi Benjamin, menghadapi perilaku Dylan yang berubah menjadi temperamental semenjak ditinggal oleh ibunya.

Tapi syukurlah ada Maggie, bocah perempuan lucu yang berhasil menjadi scene stealer dalam film ini. Tingkahnya yang begitu polos dan menggemaskan benar2 menghibur, salut lah untuk aktingnya dalam film ini. Adegan ketika memilah barang saat akan pindahan pun langsung menjadi favorit saya, lucu sekali mimik muka si Maggie.

Akhir kata, We Bought a Zoo adalah film keluarga yang sangat sayang untuk dilewatkan. Kehidupan memang terkadang bisa menjadi sangat sulit, tetapi hanya butuh keberanian selama 20 detik untuk mengambil sebuah keputusan yang sesuai dengan yang kita inginkan. Jadi, beranikah anda meninggalkan zona nyaman anda?

Green Zone

June 24, 2010 Leave a comment

Lagi, Paul Greengrass dan Matt Damon berkolaborasi, kali ini bukan dalam franchise Bourne. Tetapi dalam balutan aroma padang pasir di negeri 1001 malam, Green Zone.

Dan sekali lagi Greengrass berhasil mengemas sebuah action thriller tentang penjatuhan rezim Saddam Hussein pencarian Weapon of Mass Destruction yang disinyalir ada di Iraq. Filmnya sendiri dilihat dari sudut pandang seorang prajurit AS yang kecewa terhadap hasil pencarian WMD dan bertekad untuk menguak kebenaran yang terselubung dalam sebuah teori konspirasi.

Dengan gaya khas kamera goyang, Greengrass membawa penonton dalam suasana kekacauan Baghdad pasca kejatuhan rezim Saddam Husein. Sebaiknya memang kita tidak membanding2kan Bourne yang lebih kental actionnya dengan Green Zone yang lebih bermain2 dengan unsur suspense yang menggelitik, niscaya anda akan menikmati sajian dalam Green Zone ini.

Kita semua mungkin sudah tahu bahwa WMD adalah sebuah kebohongan besar, tapi cara Greengrass mengemas film ini memang membuat Green Zone menjadi menarik dan tidak membosankan. Dari awal hingga akhir cerita tensinya terus terjaga dan membuat penonton penasaran dengan jalinan ceritanya.

Invictus

May 17, 2010 2 comments

Dasarnya saya memang suka film olahraga, disuguhi film berlatar Rugby ini ya langsung saya sikat saja. Hanya saja, Invictus ini lebih condong ke politik di mana olahraga dipakai oleh Presiden Nelson Mandela untuk meruntuhkan praktek apartheid di Afrika Selatan.

Kisah nyata Nelson Mandela di masa awal pemerintahannya ini sangat menarik untuk diikuti. Apalagi dibubuhi oleh olahraga Rugby, cerita menjadi lebih dinamis. Kejeniusan seorang Mandela begitu tampak di sini. Ketika orang2 kulit hitam ingin membubarkan tim rugby Afsel yang selama ini menjadi lambang superioritas kulit putih, Mandela berpikiran lain. Dengan tim ini, beliau justru ingin merobohkan tembok besar apartheid yang selama ini meluluhlantakkan rasa persatuan di negaranya.

Figur Nelson Mandela yang begitu bijaksana diperankan dengan sangat sempurna oleh Morgan Freeman. Kata2nya begitu penuh pesona dan berwibawa ketika menanamkan rasa persatuan dan semangat pantang menyerah kepada François Pienaar yang juga diperankan dengan apik oleh Matt Damon.

Film ini dipenuhi nilai2 positif tentang persatuan dan patriotisme, rasanya begitu menyegarkan bagai diguyur oleh air yang sangat sejuk. Pembangunan dalam suatu negara bisa berbuah manis jika didukung oleh semangat persatuan di antara rakyatnya. Dan hal ini hanya bisa terwujud jika semua rakyat diperlakukan secara adil oleh negaranya. Di tengah isu rasial yang tumbuh subur di Afsel, Nelson Mandela datang dengan sebuah jawaban.

The Informant!

March 21, 2010 Leave a comment

Peringatan: Untuk menyaksikan film ini, pastikan kondisi anda dalam keadaan yang fit. Dan kesalahan saya adalah: menyaksikannya di malam hari sebagai pengantar tidur. Ouuuch.

Serius, film ini memang membutuhkan konsentrasi tinggi untuk memahami narasi yang dibacakan oleh Matt Damon, fiuh. Filmnya sendiri sangat menarik, menceritakan kisah hidup seorang whistle blower yang justu melakukan kesalahan fatal dan membahayakan dirinya sendiri.

Matt Damon bermain sangat baik di sini (ha, jadi gemuk pula). Dengan arahan Steven Soderbergh, Damon benar2 menyatu dengan karakter Mark Whitacre yang ia mainkan dalam dark comedy ini. Sejenak kita dibuat lupa kalau Damon pernah memerankan Jason Bourne. Bravo.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.