Archive

Posts Tagged ‘Paul Thomas Anderson’

Punch-Drunk Love

July 3, 2010 Leave a comment

Dalam film yang ditulis sekaligus disutradari oleh Paul Thomas Anderson ini, Adam Sandler keluar dari jalurnya yang komedi/romantis. Kali ini Sandler diuji, apakah dia bisa berperan di film yang serius atau hanya bisa sukses di film2 komedi saja.

Dan Sandler berhasil memerankan Barry, seorang pria yang memiliki ketidakstabilan mental, hidup dalam kesendirian dengan emosi yang dapat meledak sewaktu-waktu. Sebuah permasalahan yang cukup rumit dan dibalut dengan sentuhan romansa dan sedikit percikan thriller, membuat ceritanya sangat menarik untuk diikuti. Alurnya memang agak lambat, tapi tidak menjadi membosankan.

Salut untuk Sandler yang berhasil berakting dengan begitu sempurna dalam memerankan tokoh Barry yang kompleks. Aktingnya membuat penonton dapat berempati dengan tokoh yang unik ini. Chemistrynya dengan Emily Watson juga terjalin dengan baik. PTA berhasil membangkitkan bakat akting Sandler dalam film ini, yang banyak dipuji kritikus tetapi sayangnya gagal di pasaran.

There Will Be Blood VS No Country For Old Men

March 21, 2010 Leave a comment

Sungguh gila saya. Ingin mengadu kedua film master piece ini? Keterlaluan… lancang… hahaha. Tapi memang benar, sungguh saya tidak mampu untuk  memutuskan yang mana dari kedua film ini yang lebih baik.

Kekuatan dari TWBB adalah, ya tentu saja pemeran Daniel Plainview sendiri, Daniel Day Lewis. Ha, apakah karena nama depannya sama? Hahaha entahlah. Tapi yang pasti Day Lewis membuktikan sekali lagi kepiawaian aktingnya di dalam film ini.

Kisahnya sendiri sangat menarik, saya menyukai cerita tentang bagaimana Plainview membangun kerajaan minyaknya, mulai dari nol hingga menjadi raksasa.  Durasi yang panjang dan dramannya yang agak dragging tidak membuat saya bosan untuk terus mengikutinya sampai akhir.

Berbeda dengan TWBB, NCFOM mengambil genre thriller. Sepanjang film kita dibawa ke dalam suasana yang mencekam. Tiap kali Anton Chigurh muncul di layar, kita turut merasa teror yang ditebarkannya. Kegilaan psikopatisnya memang tidak main-main, dan Javier Bardem memainkan sosok pembunuh berdarah dingin itu dengan baik.

Dari segi karakter, NCFOM tidak hanya bersentral di satu titik. Ada Llewelyn yang mendapat rejeki nomplok tetapi justru membawanya ke dalam bahaya mengancam. Ada Sherriff Ed yang merasa terlalu tua untuk menangani kekerasan dan kriminalistas di distriknya. Dan tentu saja ada Anton Chigurh, seorang monster yang dingin, yang dengan wajah pucatnya siap menebar teror.

Ah, bagaimana dengan anda? Menurut anda film mana yang lebih baik?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.