Archive

Posts Tagged ‘Stop Motion’

Mary and Max

May 9, 2010 Leave a comment

Mary and Max memiliki cerita yang cukup sederhana, tapi Adam Elliot mengemasnya secara luar biasa indah. Menarik menyaksikan Mary dan Max yang walaupun usia dan lokasi mereka terpaut jauh tetapi persahabatan mereka begitu tulus dan menyentuh, walaupun hanya melalui surat menyurat.

Seringkali penonton dibuat tertawa oleh kelucuan yang ditampilkan dalam komedi satir ini. Dengan diiringi musik yang ciamik, film ini tetap menggunakan teknik narasi seperti pada Harvie Krumpet, hanya saja naratornya adalah masing2 tokoh dalam film ini, yakni Mary dan Max. Mereka berdua kesepian, Max apalagi, sebagai penderita Asperger Syndrome, hidup memang menjadi lebih sulit.

Tapi seberapapun sulitnya hidup mereka, selagi mereka masih saling memiliki satu sama lain, hidup bisa menjadi lebih mudah dan indah.  Ah, begitu banyak pelajaran yang bisa kita petik dari persahabatan Mary dan Max, terlalu panjang jika harus dijelaskan dalam review singkat ini. Tonton filmnya, dan buktikan sendiri kedahsyatannya.

Harvie Krumpet

April 27, 2010 2 comments

Harvie Kumpret, clay stop motion animation dengan durasi pendek sekitar 25 menit. Tidak ada percakapan atau dialog dalam film ini, semuanya dinarasikan oleh Geoffrey Rush dengan gaya menarik dan tidak membosankan.

Awalnya saya bertanya2 apa yang ingin disampaikan dalam film Harvie yang cenderung mengarah ke dalam genre komedi satir ini, kenapa begitu nihilis? Ceritanya tentang Harvie yang mengalami gejala retardasi dan hidup dengan kesendirian dan kemalangannya.

Kisah hidup Harvie, mulai ia lahir sampai beranjak tua dan tinggal di panti jompo, walaupun agak absurd tapi entah kenapa menarik untuk diikuti. Pesannya begitu menohok tentang bagaimana kita harus selalu optimis dalam menjalani kehidupan Tapi memang sih, pesannya lebih tajam lagi saya terima sebagai seorang anak.

Saya sempat merenung agak lama sehabis menyaksikan Harvie Krumpet. Benar2 film yang sangat bagus, dalam sekali makna ceritanya. Membuat saya tak sabar menyaksikan Mary and Max, film sejenis yang juga disutradarai oleh Adam Elliot, hanya saja durasinya 90 menit.

Coraline

March 24, 2010 Leave a comment

Film anak, triller, paduan yang aneh, tapi sangat mengasyikkan. Satu2nya novel anak2 yang ditulis oleh Neil Gaiman. Dan Henry Selick mengadaptasinya ke layar lebar dengan media animasi stop motion yang sangat indah.

Selick memang konvensional, ia meminimalisir pemakaian CGI dalam film ini, hampir semua set, dekorasi dan pernak-pernik untuk kepentingan film dibuat secara hand-made. Hasilnya? Terciptalah gambar2 berwarna-warni yang sangat indah.

Ah, kalau saja Selick lebih setia kepada novelnya, pasti hasilnya akan lebih baik. Adaptasi yang dibuatnya memang menjadikan film ini menjadi lebih “kanak2″. Hal ini justru mengurangi kadar thriller yang ada. Entahlah, mungkin Selick ingin “lebih” merangkul para penonton cilik.

Marilah, kita nikmati thrillernya yang mencekam, dalam warna-warninya yang aduhai

Fantastic Mr. Fox

March 16, 2010 Leave a comment

Di Indonesia film ini tidak terdengar kabarnya. Terlupakan? Mungkin. Tapi yang jelas ini film animasi stop-motion yang sangat aduhai, terlalu sayang untuk dilewatkan. Entah apa yang ada di pikiran Wes Anderson saat membuat film animasi ini.

Anderson begitu tanpa basa basi dalam mengadaptasi cerita dongeng Roald Dahl ini ke layar lebar. Hasilnya? Saya tercengang, ceritanya lebih cocok dikonsumsi oleh orang dewasa. Oke saya setuju ini adalah salah satu film animasi terbaik yang pernah saya saksikan.

Anderson sepertinya mengabaikan fakta bahwa, mungkin, ada anak2 ang tertarik menyaksikan film ini. Well hey, justru itu yang membuat Fantastic Mr. Fox ini menjadi lebih baik bukan? Humornya lucu, makna ceritanya dalam, musiknya enak didengar, pesan moralnya tajam (serasa ditampar bolak balik), animasinya halus, gambarnya artistik.

Jadi tunggu apalagi? It’s really FANTASTIC. Go. Grab. Your. Mr. FOX

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.